Basketballl
Basket adalah salah satu olahraga favorit saya.
Awal saya mulai ikut basket itu
di kelas 7 atau kelas 1 SMP, alasannya kenapa saya memilih basket pada saat
itu. Karena pilihan ekstrakulikuler di sekolah saya kebanyakan hal hal yang
udah umum dan hampir semua sudah pernah saya cobai meskipun tidak lama.
Setelah melihat tulisan “Basket”
di list ekstrakulikuler saya pun langsung tertarik, karena dipandangan saya
olahraga bola basket itu adalah olahraga yang kece dan keren untuk dilihat.
Setelah saya memantapkan dirii mengikuti ekskul basket saya mulai benar benar
menekuni hal itu.
Perjuangan pun dimulai disaat
hari pertama mengikuti ekskul basket saya melihat kakak kelas saya yang bermain
bola basket sangat jago dan lihai, saya pun terinspirasi dan sangat ingin
menjadi seperti kakak kelas saya.
Setelah berbulan bulan saya
berlatih di sekolah, diluar sekolah, dan dirumah, saya pun merasakan hasilnya
saya pun menjadi lebih bisa dari awal saya memulai basket, mungkin tidak setara
dengan kakak kelas saya atleast saya bisa lah.
Beberapa bulan setelahnya akhirnya
di SMP saya bisa mengikuti lomba, di lomba itupun saya jarang di mainkan atau bisa
disebut bench warmer. Saya pun berpikir kenapa saya bisa jarang main, kenapa
saya hanya jadi bench warmer.
Semenjak itu saya menaikan porsi Latihan
baik di sekolah maupun dirumah, saya pun melihat banyak program Latihan dari internet,
baik dari Instagram, tiktok maupun youtube. Dari Latihan fisik sampai Latihan dribble,
dan mencetak poin.
Penantian pun tiba, perlombaan
selanjutnya saya dan tim sekolah saya pun bertanding hingga babak semifinal
tapi, mungkin tuhan masih belom mengizinkan tim kita untuk mengangkat trophy. Saya
dan tim saya pun cukup terpukul disaat itu karena saya dan tim saya merasa
dapat menjuarai perlombaan itu.
Perjalanan pun berlanjut di tim basket
SMK. Awal saya mengikuti basket di SMK tim ini saya kira kira lebih lebih berat
karena tingkatanya sudah berbeda tetapi tidak seberat yang saya bayangkan,
ternyata di SMK ini tidak ada coach atau pelatih.
Pelatih tim basket di SMK ini
hanya alumni alumni dari SMK, awalnya saya tidak terlalu masalah tapi, lama kelamaan
saya merasa di Latihan ini saya tidak membuat saya makin berkembang melainkan
makin menurun dari stamina dan skill saya merasa tidak ada perkembangan.
Akhirnya saya memutuskan untuk
hiatus basket di kelas 11 atau kelas 2 SMK karena saya merasa tidak ada perkembangan
daripada saya membuang buang waktu dan uang tapi saya tidak ada perubahan.
Setelah saya lama amati basket di
SMK ini saya pun bisa meyakinkan diri sendiri untuk mengikuti basket lagi
karena saya teringat goals saya semenjak awal mengikuti basket yaitu mengangkat
trophy dengan tim.
Kebetulan setelah saya masuk tim
basket lagi, tidak lama dari itu sekolah mendatangkan pelatih dan menurut saya
pelatih yang sekarang jauh jauh lebih kompeten dan sangat professional Namanya pun
tidak di ragukan lagi, pelatih disurabaya pasti tau siapa pelatih tim di SMK
ini.
Setelah berlatih sekitar 1 bulan
an kita pun mengikuti lomba. Di perlombaan itupun setelah sekian lama saya baru
merasakan perlombaan dan membuat saya nervous dan permainan saya di lapangan
pun buruk.
Tetapi setelah mengikuti
perlombaan yang lain permainan saya pun sedikit meningkat tidak banyak tapi
atleast, lagi lagi mungkin saya dan tim saya masih belom diizinkan untuk juara.
Saya bersyukur bisa bermain basket dan bertemu partner tim yang sangat sangat berkompeten.

Komentar
Posting Komentar